Ngeblog lagi lah yaa.... kali ini cerita perihal trip ke vietnam (Ho chi minh city)
Kenapa pilih vietnam (HCMC) begitu banyak pertanyaan ketika memilih negara ini, cuma satu alesan saya pengen coba kopi nya langsung....
Lets get lost in HCMC...
Kali ini pergi dengan jumlah 4 (empat) orang baru kali ini pergi dengan jumlah banyakan gw, indry (adek gw), ratih dan adisty. Biasanya klo trip kita selalu cuma berdua atau maksimal 3 (tiga) orang.
Karena perginya dibilang dadakan maka kita dapet tiket pesawat yang masih relatif mahal, cari di skyscaner dapet lah penerbangan dengan low budget menggunakan jetstar. Sengaja milih penerbangan dengan transit di singapore karena fasilitas bandara yang cukup bikin nyaman.
Day 1 (Kamis, 15 september)
Penerbangan pukul 21.45, transit disingapore dengan waktu 5 jam , lanjut lagi penerbangan pada pukul 07.00 (waktu singapore).
Janjian di CKG pada pukul 19.00 sebelumnya kita sudah melakukan web check in dikarenakan gak mau terburu-buru apalagi masih berurusan dengan imigrasi.
sambil nunggu disty kita dinner dulu di solaria, karena sampe di SIN pada pukul 12.00 PM (waktu singapore). Pukul 19.30 kita dah kumpul, dan langsung menuju imigrasi .
Proses imigrasi aman, sambil nunggu boarding namanya wanita gak lepas dari selfisukasih...
first trip sama ratih and indry (trip ke LN) klo sama disty pernah ke BKK tahun 2013. Semoga perjalalan kita tanpa tour guide ini bisa aman dan terkendali.
Boarding time, malah pesawat lebih awal untuk boardingnya, seharusnya 21.45 ini 21.30 sudah boarding.
Touch down singapore, sampe singapore pukul 12.00 PM (waktu singapore), cuma beberapa toko dan coffeshop yang masih buka, untuk memastikan perjalan esok hari ke HCMC kita lakukan pengecekan boarding pass terlebih dahulu, semua sudah beres tinggal lanjut penerbangan esok hari.
Saatnya mencari tempat untuk istirahat sejenak, fasilitas snooze lounge ada di terminal 2, akhirnya kita menuju terminal 2. dan masih dengan area subway counter trdapat lounge yang sangat nyaman untuk bristirahat. selain itu dekat dengan toilet dan room prayer.
Bandara ini bikin nyaman walaupun transit cukup lama, akhirya kita cari posisi masing-masing untuk beristirahat. walaupun indry sama ratih masih seneng keliling" sendiri bandara changi.
Biaya Day 1 :
Pesawat PP : Rp. 2.400.000 (Jet Star, Transit di Singapore)
Grab Car Bekasi - CGK : Rp.125.000
Makan Malam Solaria : Rp. 55.000

Tips :
- Disaat penerbangan malam dan ada transit diharapkan membawa sweater atau jaket dan neck pillow
- pastikan perut udah terisi , dikarenakan coffee shop jarang menyediakan makanan berat
Day 2 (Jum'at , 16 september 2016)
Pukul 05.00 PM (waktu singapore) kami melakukan bersih-bersih diri => cuci muka, gosok gigi dan shalat shubuh.
Penerbangan lanjutan pukul 07.00 PM (waktu singapore), dikarenakan kita tidak melalui imigrasi singapore tetapi melalui pengecekan menuju boarding. maka kami puku; 06.00 masuk ke gate lebih awal dan benar saja luggage milik indri dianggap melebihi kapasitas pada saat melakukan pemeriksaan , tetapi jet star memiliki kebijakan bahwa luggage yang dianggap kelebihan dapat masuk bagasi tanpa dikenakan charge.
Luggage indry mendapatkan tag dari petugas jetstar yang menandakan bahwa luggage harus masuk kedalam bagasi. Namun karena kita malas untuk menunggu bagas maka tag tesebut diam-diam kami copot (Mohon jangan ditiru) ...
Saatnya boarding, penerbangan menuju HCMC adalah 2 jam, akhirnya kami touchdown dengan mulus di kota HCMC pada pukul 09.00 AM (tidak ada perbedaan waktu dengan Jakarta)
Bandara tsan cukup kecil seperti bandara di jogjakarta atau terminal 3 cengkareng. saatnya menuju imigration check, yang buat kami sangat tercengang adalah luggage kami tidak ada pemeriksaan (Screening check) saat sampai dan antrian imigration check sangat ramai.
Kami membayangkan imigration check seperti di negara lain (esp. Singapore) namun jauh diluar ekspetasi kami, tidak ada pemeriksaan barang dan petugas imigrasi melakukan pemeriksaan sambil bersenda gurau dengan rekan kerja (menggunakan bahasa vietnam).
Sempat terfikir, bagaimana untuk keamaan atau benda-benda yang dilarang masuk ke vietnam . Setiap negara memiliki rule yang berbeda dalam setiap kedatangan warga negara asing.
Kami antri di imigration check memakan waktu 45 menit , sudah terfikir untuk pulang harus lebih cepat datang ke Bandara dikarenakan sistem imigrasi check yang lambat.
Selesai imigrasi check, kami menuju money changer dikarenakan uang kami masih dalam kurs USD, karena jika kami tukar dari rupiah ke vietnam dong kurs sangat jauh (nilai kurs rendah).
di money changer nilai kurs adalah Rp.1 = 0,6 VND rate yang cukup baik, maka saya menukarkan 100 USD menjadi 2.600.000 VND .
Saatnya untuk mencari kartu perdana karena kami butuh akses internet tentu saja untuk kepentingan google map dan tak lupa media sosial. hahahhahah
Diluar bandara terdapat beberapa gerai provider tapi kami melihat satu toko sangat ramai, dan kebetulan terdapat orang malaysia sudah membeli kartu tersebut dan kami tanyakan perihal kecepatan akses internet. Beliau sampaikan bahwa jika hanya ingin menggunakan paket internet/data bisa menggunakan V-Tel dengan kapasitas data 5 gb (harga 100.000 VND = Rp. 60.000) untuk waktu 3 hari di vietnam kami rasa cukup.
di gerai tersebut terdapat tempat pemotongan kartu sehingga untuk ukuran karto nano atau micro bs langsung disesuaikan, pelayanannya cukup baik.
Urusan kartu sudah beres, saatnya meuju hotel. Seperti review para traveler sebaiknya menggunakan taksi yang argonya terpercaya kami memilih Vinasum Taxi
Bahasa vietnam sangat dipertahanakan disini, maka antisipasi awal kami sudah melakukan printout nama hotel kami, Kami mintar dihantarkan ke hotel Silverland Hotel & Spa yang terletak dijalan 14-16 Le lai street.
gak ada kesulitan komunikasi untuk menuju hotel, namun kami gak bisa tanya-tanya perihal kota HCMC. Selama perjalan kami takjub dengan banyaknya motor, melebihi kota jakarta bahkan bekasi (tempat tinggal saya) dan yang membuat kami tertawa adalah standard helmet pengendara motor yang menurut kami tidak standard modelnya seperti helmet sepeda ...
Ratih tertawa saat melihat polisi vietnam , dengan seragam coklat muda perut buncit dan baju kebesaran (terlihat tidak menakutkan) hahahhaha...
Gambaran jalan meuju hotel, lalulintas tidak berbeda dengan jakarta bahkan kami menggambarkan seperti daerah kota dan mangga besar setempat. Banyak rumah-rumah penduduk yang terlihat sudah tua atau lama namun satu hal yang kami lihat bahwa kebersihan terjaga dikota ini dan banyak terdapat taman-taman kota dengan pohon-pohon yang rindang dan beberapa fasilitas olahraga.
Akhirnya kami sampai hotel dan biaya untuk taksi adalah sebesar 150.000 VND cukup relatif masuk akan dengan jarak dan kemacetan menuju hotel. Saat turun menuju lobby hotel kami tidak diberhentikan di depan hotel persis, sehingga kami harus menyebrang terlebih dahulu.
seperti hasil review para traveler, jika menyebrang jalan maju terus pantang mundur oleh motor karena motor yang akan menghidari kita.. Okey lets try it, and its work . hahhaha
kami melakukan proses check in terlebih dahulu, pelayanan cukup ramah dan dapat mengerti bahasa inggris walaupun seadanya. Dikarenakan kami habis menginap dibandara maka kami ganti baju terdahulu sebelum mengelilingi kota HCMC.
Trip pertaman adalah pasar ban then , dan itu ternyata berada di samping hotel kami berjarak 100 m.
Sebelum menuju pasar ben than kami mencoba Pho 2000 yang terkenal dekat dengan pasar.
aku dan indry pesan 1 pho karena porsi cukup besar, dan pesan iced coffee...
its so delicious for the pho and especially iced coffee , bayangkan dengan harga 20.000 VND (Rp.10.000) untuk segelas besar iced coffee rasanya sangat luar biasa (sekelas dengan rasa sbux dan liberica).
untuk 1 piring pho harganya 80.000 VND dan ukurannya sangat besar, memiliki cita rasa tersendiri so yummy , disty pesan tom yan seafood rasanya pun segar nikmat dan ratih seperti nya salah pesan dia pesan curry vegetable alhasil isinya terong dan ubi . hahahhaha
Finish lunch, lanjut menuju pasar ben than seperti yang selalu kami terapkan "Maju terus pantang mundur dengan motor" hahhahaha.... motor yang menghadang pun selalu menghindari kami.
Gambaran pasar cao ben than layaknya seperti pasar traditional di jogjakarta (bringharjo) atau pasar baru. Dipasar ini pembeli boleh menawar dan memang harus sedikit kejam tawar 70 % lebih rendah dari harga aslinya terlebih dahulu jika memungkinkan si penjual akan langsung memberikan dengan sedikit berdebat. Tidak usah terpaku dengan satu toko, karena akan ada banyak toko menjual barang yang sama..
Dikarenakan waktu sudah menunjukan pukul 11.00 , maka kami hanya melihat sesaat kondisi pasar. Ratih menyempatkan membeli topi lebar dengan harga 120.000 VND sedangkan harga topi tersebut jika di jual di H&* bisa mencapai Rp. 500.000 dengan bahan yang sama. Belanja-belanja kami skip dulu, karena bisa kami lakukan selesai mengelilingi kota HCMC .
Ini dia itinerary day 1 ;
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Untuk saigon central mosque dan ruinification palace tidak dapat kami kunjungi | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Review hotel : | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Lokasi dekat dengan pasar ben than , terdapat beberapa travel tour for 1 or 2 days, di belakang hotel banyak terdapat pilihan makan muslim dengan harga terjankau. penjual kopi keliling yang rasa kopinya luar biasa cukup dengan 15.000 VND | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Pengeluaran hari pertama :
Pho 2000 : 80.000 VND
Iced coffee @Pho : 20.000 VND
Ice coffee keliling : 15.000 VND
Ice kelapa asongan : 50.000 VND (2 kelapa)
Tiket museum city hall : 25.000 VND
nasi goreng seafood : 80.000 VND
Ini dia beberapa Pic untuk hari pertama di vietnam...
Continue Day 2.......


